Tampilkan postingan dengan label naga buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label naga buah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2009

Obat Alami Impotensi dengan Buah Naga

1 komentar
Bookmark and Share
Ajaib, itulah istilah yang tepat untuk buah yang memiliki 1000 manfaat bagi kesehatan manusia. Bagi anak balita, buah berwarna merah bisa dikonsumsi untuk menurunkan panas anak.

Buah naga bisa juga memperlancar peredaran darah ke otak sekaligus berfungsi sebagai antioksidan.

Di Madura, sentra kebun buah naga berada di Desa Sendang. Lokasinya tepat diperbatasan Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.

Seperti yang dibudidayakan Mujib ini, yang memiliki 4.000 batang pohon buah naga. Menurut Mujib, saat ini sedang memasuki masa petik buah. Masa panen berlangsung sampai bulan Maret mendatang.

Mujib juga membangun kios buah sederhana di depan kebun buah naga miliknya. Untuk konsumen dapat juga bisa memetik buah naga langsung dari kebun.

Saat melayani konsumen istri Mujib, Fitriyah sering memberi resep tentang aneka khasiat dan manfaat buah naga bagi kesehatan. Bahkan ia percaya kalau buah naga ini untuk mampu mengatasi penyakit impotensi pria.

Lantaran banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia, maka tak heran jika buah naga termasuk buah berkelas. Harganya lebih mahal dibanding harga buah tropis lainnya.

Buah naga termasuk buah yang berbobot besar. Sebutirnya bisa mencapai 9 ons. Artinya, konsumen tidak bisa membeli dengan bobot satu kilo pas. Jika membeli dua butir, maka bobotnya bisa 1 kilo 6 ons.

Buah Naga merupakan buah dari tanaman sejenis kaktus, dengan nama latin hylocereus undatus. Tanaman ini berasal dari Meksiko Selatan, Kosta Rika, Kepulauan Pasifik, Guatemala dan El Salvador. Setidaknya terdapat 4 jenis buah naga. yaitu baca disini

Buah naga sampai di wilayah Asia Timur pada abad XVIII berkat orang Prancis, yang membawa buah ajaib ini sebagai tanaman hias. Versi asal usul lainnya..

Buah naga diketahui mengandung lycopene, yaitu zat natural, yang berfungsi untuk mencegah dan melawan penyakit kanker, sirosis hati dan berguna menurunkan dan menjaga kestabilan kadar kolesterol dan gula darah.
Buah naga juga mengandung serat, vitamin C dan B serta mengandung beta carotene, natural antioksidan.

Zat ini berkhasiat menumbuhkan sel-sel tubuh dan sangat baik untuk mencegah penyakit usus serta menetralkan racun. Kandungan serat pada buah naga mencapai 0,7-0,9 gram per 100 gram. Serat ini, sangat dibutuhkan tubuh untuk menurunkan kadar kolesterol. Di dalam saluran pencernaan, serat akan mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol).

Buah berkulit luar seperti naga ini, diyakini pula bisa mengurangi serangan asma. Karena bentuk kulitnya seperti naga, orang Inggris menyebutnya Dragon Fruit.
sumber: tv.kompas Baca Selanjutnya..

Jenis Buah Naga yang Dominan di Indonesia

0 komentar
Bookmark and Share
Jenis buah naga ada empat macam, pertama buah naga daging putih (Hylocereus undatus), buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis) dan buah naga kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus). Tetapi yang paling banyak ditemui di Indonesia adalah jenis HYLOCEREUS UNDATUS ( Naga Putih ),HYLOCEREUS COSTARICENCIS ( Naga Merah ), SELENICEREUS MEGALANTHUS ( Naga Kuning )
Sekilas tentang khasiat buah naga bagi kesehatan manusia antara lain adalah sebagai penyeimbang gula darah, pencegah kanker, pengurang kolesterol dan masih banyak lagi.. selengkapnya tentang usul dan khasiat buah naga. Menurut kompas, buah naga mampu mengatasi impotensi pada pria.

Berikut beberapa diskripsi tentang macam buah naga yang dominan di indonesia

  • HYLOCEREUS UNDATUS ( Naga Putih )

Jenis tanaman : Kaktus pemanjat
Spesies : Hylocereus undatus
Nama pasar : Buah naga putih
Bentuk buah : Bulat agak lonjong
Kulit buah : Warana putih, tekstur lunak, bertabur biji kecil-kecil.



  • SELENICEREUS MEGALANTHUS ( Naga Kuning )

Jenis tanaman : Kaktus pemanjat
Species : Selenicereus megalanthus
Nama pasar : buah naga kuning
Bentuk buah : bulat agak lonjong

Daging buah : Warna putih, tekstur lunak bertabur biji.

Berat buah : 300 – 400 gram/ buah


  • HYLOCEREUS COSTARICENCIS ( Naga Merah )

Jenis tanaman : Kaktus pemanjat
Spesies : Hylocereus costaricencis.
Nama pasar : Buah naga merah.
Bentuk buah : Bulat, mirip buah nanas.
Kulit buah : Warna merah besisik.
Daging buah : Warna merah, tekstur lunak,bertabur biji kecil – kecil.
Berat buah : 400 – 500 gram/ buah



Sumber: dedekuriniawan


Baca Selanjutnya..

Khasiat Buah Naga

0 komentar
Bookmark and Share
BUAH naga (Dragon Fruit) mungkin masih awam didengar di telinga masyarakat, karena pada tahun 2001 buah ini hanya ada di Israel, Australia, Thailand dan Vietnam, tetapi sekarang sudah mulai merambah pasaran Indonesia.Buah ini sekarang mulai tersedia di toko buah dan pasar swalayan dan sejumlah perkebunan melirik komoditas ini lantaran budidayanya mudah dan prospek ke depan cerah dibanding buah lainnya.

Saat ini Thailand dan Vietnam merupakan pemasok buah terbesar dunia, tetapi permintaan yang dapat dipenuhi masih kurang dari 50 persen.

Pasar lokal saat ini dibanjiri produk ekspor berdasarkan catatan dari eksportir buah di Indonesia, buah naga ini masuk ke tanah air mencapai antara 200 400 ton/tahun asal Thailand dan Vietnam.

“Buah naga yang masuk ke Indonesia bahkan hampir setiap tahunnya mengalami peningkatan, akan tetapi buah naga lokal tetap diminati oleh pasar, selain itu prospek pasar ekspor pun dianggap cukup menggiurkan,” kata Djoko Raino Sigit,M.Si yang sekarang juga merintis mengembangkan tanaman buah naga di Malang, Jawa Timur dan Delanggu, Jawa Tengah.

Jenis buah naga ada empat macam, pertama buah naga daging putih (Hylocereus undatus), buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis) dan buah naga kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus). Selengkapnya tentang jenis buah naga yang dominan di indonesia.

Buah naga yang berasal dari jenis tanaman rumpun kaltes ini berasal dari Israel, dan terus dikembangkan di Australia, Thailand dan Vietnam.

“Saya melihat tanaman ini pertama di Israel, dan waktu itu ada teman dari Thailand pulang membawa bibitnya dan terus dikembangkan di negaranya sendiri sampai sekarang,” kata Djoko Raino Sigit yang juga sarjana biologi Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Setelah tahun 1997 Djoko Raino Sigit datang ke Thailand dan melihat tanaman buah naga yang bibitnya pernah dibawa dari Israel itu bisa berkembang baik.

Membawa diamdiam
Mahasiswa asal Thailand yang kuliah di luar negeri biasanya setiap pulang diwajibkan membawa tanaman yang di negaranya tidak ada dan tanamantanaman yang ada itu juga sulit untuk bisa dibawa keluar.

“Untuk mendapatkan bibit buah naga dari Thailand ini juga perlu perjuangan yang panjang, tidak semudah di Indonesia bibit tanaman apa saja sepertinya dibiarkan saja dibawa orang keluar negeri,” ujarnya.

Dia baru berhasil mendapatkan bibit buah naga tersebut setelah melakukan kerjasama dengan teman yang ada di Kedutaan Indonesia di Bangkok.

“Waktu itu saya bisa membawa pulang satu koper bibit buah naga berbentuk stekan pohonnya dan setelah tiba dirumah terus dicoba ditanam dan dikembangkan sampai sekarang,” ujarnya.

Bibit yang dibawa pulang ke tanah air itu jenis buah naga daging putih seperti dikembangkan di Thailand dan Vietnam.

Buah naga daging putih kulitnya merah dan sangat kontras dengan daging putih yang ada di dalamnya. Di dalam daging itu bertebaran bijihbijih hitam. Jenis ini banyak dijumpai di pasar lokal maupun mancanegara, bobot rataratanya 400500 gram.

Buah jenis ini bercitarasa manis bercampur masam segar, mempunyai sisik atau jumbai kehijauan di sisi luar, serta kadar kemanisannya tergolong rendah dibandingkan buah naga jenis lain, yakni 1013 briks.

Untuk mengembangkan tanaman buah naga ini, sampai sekarang (sudah tujuh tahun) Djoko Raino Sigit yang juga lulusan S2 teknik lingkungan UNS itu mengaku dibantu istrinya, Ny Endang Susilowati, SPd.

Dalam mengembangkan tanaman buah naga ini memang perlu ketekunan dan kesabaran, karena untuk merawat jenis tanaman ini memerlukan perlakuan tersendiri.

Dalam usahanya yang tanpa kenal menyerah dan putus asa dari bibit berbentuk stek satu koper itu dalam jangka waktu tujuh tahun ini telah bisa dikembangkan menjadi kebun buah naga seluas 17 hektare di Desa Purwodadi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan ratusan tanaman buah naga di dekat rumah sebagai kebun percontohan di Delanggu, Klaten, Jawa Tengah.

Tanaman buah naga yang berada di Desa Purwodadi dan di dekat rumah sekarang ini sudah berbuah, bahkan diperkirakan pertengahan Januari akan terjadi panen raya.

Tiap pohon umur satu tahun minimal bisa menghasilkan buah tiga kilogram, sementara harga dijual di tempat Rp27 ribu/kilogram, dan kalau sudah sampai toko buah atau pasar swalayan antara Rp35 ribu sampai Rp40 ribu/kilogram.

Tanaman buah naga yang dikembangkan ini satu tahun bisa berbuah tiga kali, dan produksinya bisa terus meningkat, asalkan dirawat dengan baik dan tidak tercemar udara dari perusahaan dan lahan seluas satu hektar bisa ditanami 6.000 pohon, katanya.

Buah naga yang sangat cocok ditanam di lahan kering, dan dalam sekali tanam usianya bisa bertahan sampai 20 tahun.

Buah naga selain mempunyai nilai ekonomis tinggi, juga memiliki khasiat bagi kesehatan manusia, di antaranya sebagai penyeimbang kadar gula darah, pencegah kanker, pelindung kesehatan mulut, pengurang kolestrol, pencegah pendarahan, dan obat keluhan keputihan serata impotensi pada pria.

Pada umumnya, buah naga dikonsumsi dalam bentuk buah segar sebagai penghilang dahaga, hal ini karena kandungan airnya yang sangat tinggi (90,2 persen) dari berat buah, serta rasanya cukup manis karena kadar gulanya mencapai 1318 briks.

Petani melirik

Hingga kini sudah cukup banyak petani yang melirik jenis tanaman buah ini, dan bahkan dari kalangan lembaga perguruan tinggi juga sudah banyak yang meminta dikirimi bibitnya untuk bahan penelitian.

“Hampir setiap hari libur ada petani secara rombongan yang datang ke sini dan terakhir Rabu (15/12) yang datang petani dari Banjarnegara satu bus untuk melihat kebun percontohan buah naga ini,” ujar Ny.Endang Susilowati SPd.

Djoko Raino Sigit mengatakan dari permintaan bibit yang telah dikirim itu kepada IPB dan saat ini sedang ditanam untuk dipelajari perlakuan buah naga ini.

Dia mengakui permintaan akan bibit itu cukup banyak, tetapi belum bisa dilayani semuanya, dan beberapa waktu lalu dari Malaysia juga minta satu kontiner untuk dikirim.

“Permintaan bibit satu kontiner dari Malaysia itu saya tolak, karena ini bukan citacita saya, memang saya juga butuh uang, tetapi saya akan lebih bangga kalau bisa menyejahterakan bangsa kita sendiri,” ujarnya.

Pengusaha perkebunan asal Malaysia itu pertengahan Januari 2005, akan datang ke sini untuk melihat kebun buah naga itu. “Silahkan anda datang ke sini melihat kebun buah naga saya, tetapi dengan catatan anda tidak boleh membawa pulang ke negara anda,” ujarnya.

Djoko Raino Sigit yang mempunyai obsesi mengangkat derajat kaum petani itu meminta kepada pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada tanamantanaman yang ada di Indonesia dan agar dicegah apabila dibawa keluar negeri
sumber:http:theresianurani Baca Selanjutnya..

Followers

 

Khasiat Buah. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com